Pages

Minggu, 18 April 2010

Soe hok Gie (part1)

gue lagi dalam proses ngebaca buku Catatan seorang demonstran by Soe Hok Gie (versi pdfnya) dan Soe Hok gie ..sekali lagi (buku pesta dan cinta di alam bangsanya by Rudi Badil. gue ngabaca 2 buku sekaligus selama weekend ini dan cukup menyita waktu dan buat gue sedikit ngelupain tugas2 jurnal dan terjemahan :( *ko gue ngerasa bahasa gw rada aneh yaa??*

di dampul buku soe Hok Gie sekali lagi ada puisi. yaap itu puisi pertama karya sue hok gie yang gue baca beberapa taun lalu (sekitar tahun 2005) di markas Green ranger Indonesia-cibodas. check this out:: *bagus lho*
MANDALAWANGI - PANGRANGO
Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu

aku datang kembali
kedalam ribaanmu,
dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada

hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan
semua
"hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya "tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar 'terimalah dan hadapilah
dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua melampaui batas2 hutanmu,
melampaui batas2 jurangmu
aku cinta padamu Pangrango karena aku cinta pada keberanian hidup

Jakarta 19-7-1966

(sebenarnya penulisannya masih pake gaya bahasa lama, tapi sudah di perbaiki)

waktu pertama baca puisi ini yang di tulis dalam bingai gede di salah satu tembok Green rangger. gue sempet ketawa nebaca tulisan 'aku cinta padamu, pangrango' woow, macam merayu wanita saja..hihihii..tapi setelah ngabaca puisinya berkali-kali, mulai menonton film GiE by Riri Riza (berkali2 pula) baca CSD dan soe hok gie sekali lagi juga mulai searching2 tentang soe hok gie dan pemikiran2nya dan puisi2nya yang lain, akhirnya gue ngerti juga...
gue setuju sama kalimat Arief rahman di pengantar buku CSD 'kamu ngga sendirin, Gie.." yaa..soe hok Gie ngga sendirian, walopun banyak yg bilang dia pejuang yg kesepian.


Nice to know You..:) terimakasih telah menginspirasi banyak orang dg tulisanmu..

Tidak ada komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini